People Innovation Excellence
 

Berpikir Matematis Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Oleh : Ulva Dewiyanti

Sumber Gambar : esq.h-cdn.co/assets/cm/15/07/54dae598d37fe_-_esq-04-axs-studio-brain-waves-1209-lg-55278426.jpg

               Di era globalisasi ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah pesat. Hal ini mendorong setiap orang untuk mampu bersaing secara global. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa eksistensi seseorang di dunia ini sangat dipengaruhi oleh eksistensi sumber daya manusianya. Demi tercapainya tujuan meningkatkan SDM, maka pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan pendidikan di masyarakat, dengan hal tersebut terciptalah SDM yang memilikicara berpikir yang logis dan matematis. Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua orang sukses adalah matematikawan, namun setiap orang bisa sukses apabila mampu berpikir secara matematis.

             Dalam bukunya yang membahas mengenai pemikiran matematis, Wijaya (2012) menarik kesimpulan bahwa sebagai suatu kemampuan berpikir yang berkaitan dengan kemampuan dalam menggunakan penalaran untuk membangun argumen matematis, kemampuan mengembangkan strategi atau metode, pemahaman konten matematika, serta kemampuan mengkomunikasikan gagasan. Kemampuan berpikir matematis perlu ditempatkan sebagai tujuan pembelajaran dan sekaligus sebagai suatu cara untuk pembelajaran matematika (a way of learning mathematics).

              Berpikir matematis sangatlah berguna dalam menyelesaikan problematika kehidupan, problematika kehidupan itu dapat diselesaikan dengan menggunakan ilmu logika. Cabang ilmu ini mempelajari bagaimana untuk mencari suatu kebenaran dan kesetaraan masalah yang sedang dihadapi. Terkadang permasalahan seperti ini yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, tentu sangat sulit untuk menentukan kebenaran atau pun alternatif yang setara untuk menyelesaikan masalah. Namun bagi seseorang yang berpikir matematis, setiap permasalahan yang sedang dihadapi hanya dipresentasikan dengan 2 (dua) huruf yaitu p dan q. Mulai dari permasalahan yang sederhana sampai permasalahan yang rumit, seorang yang berpikir matematis dengan sangat mudah mempresentasikannya dengan huruf p sebagai sebab-sebab atau keterangan yang ada dan q sebagai konklusi atau kesimpulan yang ingin dituju. Bisa ditulis :

p → q

dibaca “jika p sedemikian sehingga maka q”. dengan rumusan kebenaran atau yang sering dipresentasikan dengan tabel kebenaran, kita dapat dengan mudah menentukan kebenaran suatu permasalahan.

             Menurut Mason, Burton, dan Stacey (1982) maksud dari berpikir matematis  adalah proses dinamis yang memperluas cakupan dan kedalaman pemahaman matematika. Berpikir matematis dapat mengendalikan emosi seseorang dalam mempelajari matematika dan menyelesaikan masalah karena berpikir matematis adalah cara berpikir terbaik untuk menyelasaikan sengketa masalah yang ada dalam kehidupan ini. Dengan berpikir matematis seseorang akan membangung kepercayaan tanpa kecemasan untuk menyelesaikan masalah, dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan tentang masalah yang sedang dikaji.

             Mekanisme proses berpikir matematis sama dengan proses kognisi pada umumnya, yaitu meliputi penterjemahan, mengintegrasikan, perencanaan, dan pelaksanaan. Dalam mekanisme proses berpikir matematis juga terdapat strategi untuk menyusun kerangka berpikir hingga sampai pada tujuan yang ingin dicapai. Kerangka berpikir ini yang akan menjadi gerbang untuk munculnya ide dan gagasan yang baru, karena komponen penting dalam berpikir matematis adalah bagaimana seseorang bisa merefleksikan dirinya yaitu kemampuan untuk kembali dan merenungkan jalan yang sedang ditempuh. Hal ini sesuai dengan komposisi berpikir matematis menurut Mason dan kawan-kawan sebagai kegiatan prosedural yang terdiri dari tiga fase yaitu  masuk (entry), menyerang (attack), dan meninjau ulang (review).Secara umum, berpikir matematis adalah kemampuan untuk berpikir secara rasional, mengkaji fenomena yang ada dan menyusunnya secara prosedural matematika dan membangun kerangka berpikir sebagai kepercayaan diri menyelesaikan setiap masalah. Oleh karena itu, kita bisa menghadapi setiap permasalahan dan menjelajahi kehidupan ini dengan berpikir matematis.

Sumber Penulisan/Daftar Pustaka :

http://kompetensi.info/coretan-opini-civitas/menjelajahi-kehidupan-dengan-berpikir-matematis.html

https://www.google.co.id/search?q=manfaat+berpikir+matematis&oq=manfa&aqs=chrome.0.35i39j69i57j0l4.1765j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8#q=manfaat+berpikir+matematis&start=20

Sumber Gambar :

esq.h-cdn.co/assets/cm/15/07/54dae598d37fe_-_esq-04-axs-studio-brain-waves-1209-lg-55278426.jpg

 


Published at : Updated
Written By
Ulva Dewiyanti
Staff | HIMMAT
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close