People Innovation Excellence
 

Teorema Pythagoras

Oleh: Budi Kosasih Halim

        Dalam matematika, teorema Pythagoras adalah suatu keterkaitan dalam geometri Euklides antara tiga sisi sebuah segitiga siku-siku.

        Teorema Pythagoras mengatakan bahwa dalam suatu segitiga siku-siku, jumlah kuadrat dari sisi-sisi yang saling tegak lurus sama dengan kuadrat dari sisi miringnya.

Secara matematika teorema ini dapat ditulis:

        Lalu, bagaimana teorema ini dapat tercipta? Sebelum itu, kita harus mengenal dulu siapa itu Pythagoras. Pythagoras dilahirkan di sebuah pulau bernama Samos, sebuah pulau di Yunani pada tahun 570 sebelum masehi. Pythagoras sering berkelana untuk mencari ilmu-ilmu baru dan mengumpulkan ilmu-ilmu tersebut. Kemudian, dia mendirikan suatu gerakan atau sekolah bernama Pythagorean di Crotone, Italia. Pythagoras pernah mengatakan bahwa “segala sesuatu yang ada di alam semesta ini bisa dinyatakan dalam bilangan-bilangan”.

        Di sekolah yang dia dirikan ini, dia mulai menganalisa ilmu yang dia kumpulkan saat dia berkelana, salah satunya adalah pengetahuan tentang relasi antar sisi-sisi segitiga siku-siku. Berdasarkan catatan sejarah, orang-orang di peradaban Babilonia, Mesir, India, bahkan Cina kuno ternyata sudah memiliki pemahaman tentang relasi antar sisi-sisi segitiga siku-siku beberapa ribu tahun sebelum Pythagoras lahir. Salah satu bukti sejarah adalah tablet milik peradaban Babilonia. Pada tablet ini, tertulis banyak kombinasi 3 angka yang memenuhi syarat teorema Pythagoras atau sekarang kita sebut juga sebagai Pythagorean triple.

        Pythagoras mendapat kredit/penghargaan atas teorema ini karena dia dianggap sebagai orang yang membawa pengetahuan tersebut ke peradaban Yunani yang selanjutnya menjadi pusat ilmu pengetahuan pada zamannya. Pythagoras juga diusung sebagai yang pertama kali berhasil mendokumentasikan serta membuktikan teorema ini secara sistematis.

        Tentunya teorema ini bukan hanya digunakan untuk mengerjakan soal-soal yang ada dalam pelajaran matematika, tapi kita bisa menggunakan teorema ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya seperti mengukur kemiringan suatu bangunan, mengukur panjangnya penyangga yang dibutuhkan untuk menahan suatu benda dengan ketinggian tertentu, dan masih banyak hal lainnya yang dapat kita ukur menggunakan teorema ini.

 
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Teorema_Pythagoras.
https://www.zenius.net/blog/13381/sejarah-teorema-pythagoras

Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close