People Innovation Excellence
 

Kekkon Shiki: Simbolisme Puncak Kasih Sayang

Penulis : Aditya Ekadima Hermawan
NIM : 2001591842

Halo kawan-kawan! Pernahkah kalian merasa mencintai dan dicintai seseorang? Sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial tentu kita pernah merasakan hal seperti ini setidaknya terhadap keluarga kita sendiri. Tapi pernahkah kalian merasakan hal seperti ini terhadap pasangan? Kita semua tahu bahwa mencintai dan dicintai pasangan merupakan salah satu perasaan terindah yang pernah ada. Tak jarang mereka yang berpasangan akan melanjutkan hubungan itu ke jenjang yang lebih serius dengan pernikahan. Oh iya bagi yang belum punya pasangan tolong jangan baper ya, hahaha. Oke, kalian ingin tahu seperti apa sih upacara pernikahan di Jepang? Yuk, check this out!

Dalam hal kerohanian, Jepang merupakan negara yang unik. Banyak dari masyarakat Jepang yang tidak spesifik memiliki satu agama saja. Hal ini juga mempengaruhi upacara pernikahan di Jepang, yaitu secara shinto atau kristen. Namun bahasan kali ini hanya mencakup upacara pernikahan secara shinto saja ya karena secara kristen umumnya sama saja hal nya dengan yang di Eropa. Jadi upacara pernikahan secara shinto ini sifatnya sangat pribadi, kawan. Upacara ini hanya dihadiri oleh keluarga serta kerabat dekat dan diadakan di kuil shinto (jinja) yang dipimpin oleh pendeta shinto (kannushi).

Nah, ada satu hal yang menarik dan unik nih dalam pernikahan secara shinto ini, yaitu ritual san san kudo. Apaan tuh? San san kudo merupakan ritual dimana mempelai pria dan wanita secara bergantian menyesap sake sebanyak 9 kali dengan menggunakan 3 cangkir yang berbeda dimana dalam 1 cangkir menyesap sebanyak 3 kali. Kemudian mempelai pria dan wanita mengucap janji pernikahan. Setelah itu, anggota keluarga dan kerabat dekat dari kedua mempelai saling bergantian minum sake yang menandakan persatuan atau ikatan melalui pernikahan. Upacara pernikahan ditutup dengan mengeluarkan sesaji berupa ranting sasaki yang ditujukan kepada dewa shinto dan kedua mempelai pun resmi menjadi sepasang suami istri.

Sekian deh dari upacara ini. Hmm.. mungkin sepertinya prosesi upacara pernikahan ini singkat dan sederhana ya tapi dalam pelaksanaannya benar-benar khidmat loh, kawan. Baiklah, sampai disini dulu ya pembahasan pada hari ini. Kita akan berjumpa lagi pada kesempatan berikutnya. Sampai jumpa!


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close