People Innovation Excellence

PAHLAWAN INDONESIA DI ALL ENGLAND

Indonesia tentunya telah menjadi negara yang disegani dalam turnamen bergensi All England. Indonesia sempat merebut banyak gelar dari berbagai partai yang ditandingan dalam All England. Ayo kita lihat siapa saja kah pahlawan olahraga pengibar bendera Merah Putih di All England.

Sektor Tunggal Putra

Rudy Hartono

Sektor ganda putra dan tunggal putra pernah menjadi andalan Indonesia dalam meraih juara dalam turnamen ini. Rudy Hartono menjadi atlet Indonesia pemegang gelar juara All England terbanyak. Rudy Hartono pernah 8 kali memenangkan trofi juara tunggal putra All England, tujuh gelar diantaranya diraih secara beruntun dari tahun 1968 hingga 1976.

Liem Swie King

Setelah era kejayaan Rudy Hartono lewat, muncullah pahlawan juara baru dari Indonesia, yakni raja smash Liem Swie King. Dari 7 kali masuk final tunggal putra All England, Liem Swie King menjadi juara di tahun 1978, 1979 dan 1981. Butuh waktu 10 tahun bagi Indonesia untuk mendapatkan juara baru di sektor tunggal putra, setelah Liem Swie King terakhir kali menjadi juara All England.

Ardy Bernadus Wiranata

Pemain bergaya eksentrik Ardy Bernadus Wiranata menjadi juara All England tahun 1991, setelah di final mengalahkan pemain Malaysia, Foo Kok Keong.

Hariyanto Arbi

Dua tahun berselang, pemain Indonesia yang terkenal karena pukulan smash 1000 watt, Hariyanto Arbi, sukses menjadi juara All England, setelah di final mengalahkan sesama pemain Indonesia Joko Suprianto. Tahun 1995, Hariyanto Arbi mempertahankan gelar All England setelah mengalahkan Ardy Bernadus Wiranata.

Pasca Hariyanto Arbi menjadi juara All England untuk kedua kali, tidak ada lagi pemain Indonesia yang menjadi juara tunggal putra. Taufik Hidayat dua kali kalah di final pada tahun 1999 dan 2000. Budi Santoso pemain tunggal putra Indonesia terakhir yang masuk final All England. Budi Santoso kalah lawan Chen Hong di final All England 2002.

Sektor Ganda Putra

Johan Wahjudi/Tjun Tjun

Duet Johan Wahjudi/Tjun Tjun menjadi ganda putra Indonesia tersukses di All England. Mereka delapan kali masuk final All England dari rentang tahun 1973 hingga 1981. Johan Wahjudi/Tjun Tjun menjadi juara di tahun 1974 dan 1975, lalu empat kali beruntun menjadi juara All England dari tahun 1977 hingga 1980.

Ade Chandra/Christian Hadinata

Sebelum Johan Wahjudi/Tjun Tjun merajai All England, pasangan Ade Chandra/Christian Hadinata dua kali beruntun juara pada tahun 1972 dan 1973.

Tongkat estafet juara Indonesia dalam sektor ganda putra diteruskan bergantian oleh Hariamanto Kartono/Rudy Heryanto, Eddy Hartono/Rudy Gunawan, Bambang Suprianto/Rudy Gunawan, Rexy Mainaky/Ricky Subagja, Candra Wijaya/Tony Gunawan, Halim Heryanto/Tony Gunawan, Candra Wijaya/Sigit Budiarto.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan

Pasca Candra Wijaya/Sigit Budiarto menjadi juara All England tahun 2003, selama satu dekade lebih Indonesia vakum kirimkan wakil ke final ganda putra. Hingga akhirnya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi juara All England tahun 2014 lalu.

Sektor Ganda Campuran

Lilyana Natsir/Tontowi Ahmad

Di sektor ganda campuran, Lilyana Natsir bersama dengan Tontowi Ahmad tiga kali beruntun menjadi juara All England dari tahun 2012 hingga 2014. Lilyana Natsir tiga kali menjadi runner up All England, pada tahun 2008 dan 2010 saat berpasangan dengan Nova Widianto, serta setahun silam bersama Tontowi. Sebelum Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir berjaya All England, pasangan Christian Hadinata/Imelda Wigoena menjadi satu-satunya juara ganda campuran asal Indonesia.

Praveen Jordan/Debby Susanto

Pada All England 2016, Praveen/Debby berhasil meraih kemenangan straight game 21-12, 21-17 atas duet Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Kemenangan yang memastikan titel juara All England 2016 jadi milik Indonesia.

Sektor Tunggal Putri

Indonesia masih minim juara di sektor pemain putri. Sepanjang sejarah All England, baru pemain legendaris Susy Susanti yang menjadi juara tunggal putri asal Indonesia. Susy Susanti menjadi juara All England pada tahun 1990, 1991, 1993 dan 1994.

Sektor Ganda Putri

Sementara itu, pasca Minarni Soedaryanto/Retno Koestijah menjadi juara tahun 1968, hanya Imelda Wigoena/Verawaty Fadjrin ganda putri Indonesia yang menjadi pemenang All England.

Indonesia telah mencatatkan banyak nama pemain bulutangkis sebagai pemenang maupun runner-up pada turnamen All England. Semoga tradisi ini terus dapat dilanjutkan pada All England tahun-tahun berikutnya.

Source : https://id.wikipedia.org/wiki/Kejuaraan_Bulu_Tangkis_Inggris_Terbuka


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close